Love
Like Monster (Chapter 4)
Main
cast :
·
Choi Xi Hyun
·
Park Jae Hyuk
·
Han Yong Woo
Genre : Relationship, Sadness,
Friendship, Romance, Triangle Love, Family.
Lenght : Chapter
Happy
Reading
“Dimana kau saat aku menginginkanmu
berada di sampingku? Kemana larinya kau saat aku berjuang untuk satu-satunya
makhluk yang kupikir bisa memberiku kebahagiaan nyata? Seringkali kumaafkan
ketidakhadiranmu, seringkali kumaklumi kesalahanmu, dan selalu kuberikan senyum
terbaik ketika sesungguhnya aku ingin menangis”. - Xi Hyun.
“Aku akan selalu ada untukmu,
melindungimu”. – Jae Hyuk.
...
Previous
“Braakk”.
Aku membuka pintu kantor ayah dengan kasar. “Yak! Dasar anak bodoh, sudah appa
bilang kau harus mengetuk pintu sebelum masuk”. Ujar ayah. “Ini lebih penting
dari sekedar mengetuk pintu appa”. Ujarku menahan emosi dan mengatur nafasku
yang memburu. “Mwo? Apa yang ingin kau katakan?”. Tanya ayah. “Aku ingin
meneruskan perusahaan appa”. Jawabku mantap, sedangkan ayah hanya tercengang
mendengar penuturanku. “Aku akan berusaha appa”. Ujarku lagi pada ayah. “Kau
serius?”. Tanya ayah. “Ne appa, aku serius”. Ujarku padanya. “Baiklah kalau
begitu”. Jawab ayah. “Tunggulah Xi Hyun, semua milikmu akan kurebut kembali.
Aku berjanji”. Batinku berujar.
...
Author
Pov.
Seorang
namja dengan mengenakan setelan layaknya direktur utama tengah mematut dirinya
didepan cermin memastikan penampilannya melalui bayangan dalam sebuah cermin
besar itu. Setelah merasa penampilannya tidak begitu buruk, ia segera
menyambar tas jinjing yang tergeletak diatas tempat tidur dan segera pergi dari
tempat itu.
Jae
Hyuk Pov.
“Annyeong”.
Sapaku pada seorang yeoja cantik yang tengah asyik berkutat di dapur. “Ne,
annyeong”. Jawabnya tanpa melihatku. “Hmmm dasar so sibuk”. Batinku berujar.
“Duduklah, Park ajhussi sudah pergi”. Ujarnya sembari menyiapkan makanan yang
ia masak diatas meja dan masih tetap tak melihatku. Akupun hanya mematung tak
melakukan apapun selain memandangnya, itu hal yang sangat kusuka akhir-akhir
ini. Ya semenjak dia tinggal disini, aku bisa lebih leluasa menatapnya tanpa
harus berbagi dengan orang lain terlebih lagi si Yong Woo itu. Dia selalu
menyiapkan sarapan untukku, seperti suami isteri saja. “Sudah kubilang ayo
du...”. merasa aku tak bergerak sama sekali dari posisi, akhirnya ia memandangku
dan perkataannya pun tak ia lanjutkan. Mungkin ia terkejut dengan penampilanku.
Lihat bahkan sekarang dia menatapku tanpa berkedip, aku tau kalau aku ini
tampan. “Ehem”. Dehemanku membuyarkan lamunannya. “Oh mianhae, anjuseoyo”.
Ujarnya dengan gugup. Aku suka melihatnya seperti itu, sungguh lucu. “Kau mau
kemana dengan setelan seperti itu? Jangan bilang kau menerima tawaran Park
ajhussi “. Celotehnya panjang lebar, hmmm yeoja pintar. “Ya mulai hari ini aku
akan meneruskan perusahaan appa”. Jawabku. “Wooaaa daebak, fighting ne”.
Ujarnya memberi semangat. “Ngomong-ngomong bibi Jung kemana?”. Tanyaku. “Hmmm
aku menyuruhnya membeli beberapa keperluan dapur, stok bahan di rumah sudah
menipis. Memangnya kau mau kalau kau tidak makan? Kau kan rakus”. Ujarnya mengejek.
“Mwo? Yak! Choi Xi Hyun, jugule?”. Ujarku padanya dengan dibuat-buat seperti
orang marah. Well, aku tak pernah bisa untuk marah padanya. “Ne, ne mianhae”.
Ujarnya dengan menambahkan cengiran diakhir. “Hari ini apa rencanamu?”. Tanyaku
padanya sembari melahap sarapan buatannya. “Mollayo, mungkin aku akan menemui
Yong Woo oppa”. Jawabnya riang. Lagi-lagi Yong Woo, ingin sekali aku membongkar
kedok namja itu didepan Xi Hyun. Tapi aku tak bisa melakukannya, kondisi Xi
Hyun mulai membaik saat ini. “Kau jangan terlalu dekat dengannya, kau akan
terluka jika dekat-dekat dengannya”. Tanpa sadar aku mengucapkan hal itu dan
membuat Xi Hyun bingung. “Apa maksudmu?”. Tanya yeoja itu. “Ah aniyo, aku pergi
dulu”. Jawabku mengakhiri perbincangan yang kuyakini jika berlanjut akan semakin
kacau.
Xi
Hyun Pov.
Jujur
saja aku terkejut melihat penampilannya, dia terlihat sangat tampan. Ada apa
denganku? Bisa-bisanya aku mengatakan kalau namja cerewet itu tampan, sadarlah
Xi Hyun kau sudah gila. Hmm ngomong-ngomong apa maksud perkataannya barusan.
“Kau jangan terlalu dekat dengannya, kau
akan terluka jika dekat-dekat dengannya”.
Aku
tak mengerti, ada apa ini? Pasti ada sesuatu yang ia sembunyikan. Tapi apa? Aku
harus mencari tau. Aku pun membereskan meja makan dan melesat masuk kamar.
Kedai Coffe.
Yong
Woo Pov.
“Sedang
apa kau disini?”. Tanyaku pada seorang namja. “Tentu saja untuk makan siang,
kau pikir kedai ini tempat tinju?”. Jawabya. “Ah aku lupa kalau kedai ini
adalah kedai langgananmu dan juga Xi Hyun”. Jawabku mengingat sesuatu. “Bagus
jika kau tau”. Jawabnya dengan nada datar. Tapi ngomong-ngomong sejak kapan
namja ini mengenakan setelan kantor seperti ini? Hmm lebih baik kutanyakan
saja. “Wah penampilanmu lain ya sekarang?”. Tanyaku basa-basi. “Tentu saja,
mulai hari ini aku meneruskan perusahaan appa, Park corporation”. Jawabnya
semakin datar. “Oh jinja? Kudengar dari Xi Hyun kau menolaknya, ada angin apa
kau menerima tawaran itu?”. Tanyaku semakin intens. Kudengar Park corporation
adalah perusahaan yang bekerjasama dengan Choi corporation, ada kemungkinan
mereka akan mengambil kembali saham Choi. “Aku ingin saja, lagi pula aku
lulusan bisnis. Pekerjaan pun dibidang bisnis”. Jawabnya lagi. “Wah baiklah
kalau begitu, selamat berjuang”. Ucapku hendak meninggalkannya, namun terhenti
dengan ucapannya. “Xi Hyun, aku melakukan ini demi Xi Hyun”. Jawabnya sambil
menatap lurus padaku. Apa maksudnya itu, bukankah dia tau Xi Hyun adalah
kekasihku. “Demi Xi Hyun? Wae?”. Tanyaku sembari tersenyum padahal aku sedang
menahan emosi. “Untuk merebut kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya”. Jawabnya
dan kali ini menampilkan sebuah seringaian. Tatapan macam apa itu, sepertinya
ia mengetahui sesuatu. Ya ku akui Jae Hyuk adalah orang yang sangat cerdas.
“Apa maksudmu dengan kata merebut kembali?”. Tanyaku sedatar mungkin. “Kau
pasti mengerti apa maksudku, kau memiliki otakkan? Oh aku ingin bertanya, apa
kau benar-benar mencintai Xi Hyun?”. Perkataan namja ini mulai kacau rupanya
dan apa itu? Dia mempertanyakan cintaku pada Xi Hyun? Dasar namja gila. “Tentu
saja aku mencintainya, untuk apa kau mempertanyakan lagi hah”. Jawabku mulai
geram sembari meminum coffe pesananku. “Kupikir kau mencintai hartanya, maka
dari itu kau membunuh tuan Choi dan merampas semua hartanya”. Jawabnya sembari
menajamkan pandangan matanya padaku. Aku yang tengah minum coffe pun tersedak.
Apa? Namja itu mengetahui pembunuhan Hyun Yoo? Sial, bagaimana bisa bocah ini
tau?. “Apa maksudmu dengan mengatakan membunuh tuan Choi?”. Tanyaku sembari
menekankan kata membunuh tuan Choi. “Memangnya kau pikir aku tak tau apa yang
sudah kau lakukan? Hmm kalau begitu akan kuberi sebuah penawaran padamu”. Ucapnya
padaku. “Memangnya apa yang sudah kulakukan? Aku tak mengerti. Penawaran?
Penawaran apa maksudmu?”. Tanyaku sedatar mungkin agar ia tak curiga. “Sudahlah
jangan berpura-pura padaku, aku tau semuanya”. Jawabnya sembari melempar sebuah
amplop padaku. “Apa isi amplop ini?”. Tanyaku pada namja itu. “Buka saja”.
Jawabnya santai. Dan pada akhirnya aku membuka amplop itu. Dan saat kubuka, aku
sungguh sangat terkejut melihat isi amplop itu. Amplop itu berisi foto-fotoku
bersama namja pesuruhku. Bagaimana bisa dia mendapatkan gambar ini? Ternyata
dia sangat cerdik, aku salah menilai bocah ini. Melihatku yang hanya diam
membeku melihat foto-foto itu, ia pun berucap. “Kau suka dengan gambar itu?
Berkediplah hyung, kau masih hidupkan?”. Ucapnya meremehkan. “Apa yang kau
inginkan?”. Tanyaku padanya, aku sudah tak tahan dengan permainan ini.
“Keinginanku? Mudah saja hyung”. Ucapnya. “KATAKAN APA MAUMU?”. Ucapku emosi.
“Kau tenang saja hyung, akan kupastikan Xi Hyun tau dengan sendirinya. Aku tak
akan memberitahunya”. Namja ini sudah gila. “KAU”. Ucapku semakin emosi. “Kau
pilih saja hyung, Xi Hyun atau saham Choi. Jika kau pilih Xi Hyun, maka
kembalikan semua saham miliknya. Tapi jika kau memilih saham itu, berikan Xi
Hyun padaku dan jangan pernah kau menemuinya lagi”. Namja itu memberi pilihan
padaku. Dan pilihan itu sungguh sangat sulit, aku mencintai Xi Hyun tapi aku
sudah berjanji pada mendiam ayahku. “Kau pikirkan saja dulu hyung, tidak usah
terburu-buru”. Ucapnya penuh kemenangan dan pergi meninggalkanku.
...
Author
Pov.
Hari
sudah mulai gelap, seorang yeoja keluar dari kamarnya dengan mengenakan gaun
selutut berwarna peach senada dengan bandana yang ia kenakan menghiasi
kepalanya. “Oh kau sudah pulang Hyuk-ah?”. Tanya yeoja itu. “Ne, kau mau
kemana?”. Tanya namja yang sudah dapat dipastikan Jae Hyuk. “Mmm aku akan
menemui Yong Woo oppa”. Ucap yeoja itu. “Malam-malam begini? Bukankah besok
kau ada schedule?”. Jawab Jae Hyuk. “Ya tapi...”. Belum sempat Xi Hyun
menjawab, Jae Hyuk sudah menggendong Xi Hyun untuk beristirahat. “YAK! YAK!
Turunkan aku Jae Hyuk-ah”. Yeoja itu meronta-ronta dalam gendongan Jae Hyuk.
“Sudah kubilang kau harus istirahat”. Jawab Jae Hyuk sembari terus menggendong
Xi Hyun ke tempat istirahat. “YAK! Wae? Kenapa akhir-akhir ini kau seolah-olah
melarangku menemui Yong Woo oppa”. Ujar Xi Hyun. “Sudah kubilang aku tak ingin
kau terluka”. Jawab Jae Hyuk menahan emosi. “Kenapa kau selalu mengatakan hal
itu, apa maksudmu dengan mengatakan tak ingin aku terluka? Kau pikir Yong Woo
oppa akan menyakitiku? Katakan apa maksdumu? Apa kau mencintaiku?”. Deretan
pertanyaan Xi Hyun membuat Jae Hyuk semakin emosi. “Ne, dangsineun
saranghamnida. Aku tak akan membiarkan dia menyakitimu lebih dari ini”. Teriak Jae Hyuk sembari meninggalkan Xi Hyun yang mematung dengan ucapannya.
TBC
NB : Arti dari kata-kata korea di atas
1. Anjuseoyo
(Duduklah)
2. Daebak
(Hebat)
3. Fighting
ne (Semangat ya)
4. Jugule
(Kau ingin mati)
5. Dangsineun
saranghamnida (Aku mencintaimu).
Preview
“Foto
apa itu Hyuk-ah”
“Bukan
apa-apa, itu tidak penting. Akan kuantar kau ke tempat istirahatmu”.
...
“Menurut
hasil penyelidikan, tuan Choi meeninggal bukan karena kecelakaan melainkan ini
sebuah pembunuhan yang dirancang seolal-olah ini adalah kecelakaan”.
“Apa?
Jadi ayahku dibunuh, begitu?”.