Jumat, 26 Februari 2016

Love Like Monster (Chapter 8)



Love Like Monster (Chapter 8)
Main cast       :
·         Choi Xi Hyun
·         Park Jae Hyuk
·         Han Yong Woo
Genre             : Relationship, Sadness, Friendship, Romance, Triangle Love, Family.
Lenght           : Chapter
Happy Reading
“Dimana kau saat aku menginginkanmu berada di sampingku? Kemana larinya kau saat aku berjuang untuk satu-satunya makhluk yang kupikir bisa memberiku kebahagiaan nyata? Seringkali kumaafkan ketidakhadiranmu, seringkali kumaklumi kesalahanmu, dan selalu kuberikan senyum terbaik ketika sesungguhnya aku ingin menangis”. - Xi Hyun.
“Aku akan selalu ada untukmu, melindungimu”. – Jae Hyuk.
...
Jae Hyuk Pov.
“Ada apa dengan wajahmu? Kau begitu kusut dan tak bersemangat”. Ujarku saat melihatnya sedang duduk di meja makan. “Aniyo, aku hanya kurang istirahat. Aku memikirkan apa yang akan aku katakan pada konferensi pers nanti malam”. Ujarnya padaku. “Memangnya apa yang akan kau katakan pada media?”. Tanyaku penasaran. “Kau lihat saja nanti”. Ujarnya berdiri menuju bak cuci piring dan membersihkan piring kotor. “Baiklah kalau begitu aku akan mengantarmu nanti malam ke acara konferensi pers”. Ujarku sebelum pergi. “Tunggu”. Ujarnya sebelum aku melangkah meninggalkan ruang makan. “Kau tenang saja, akan kupastikan media tak melihat kebersamaan kita. Kau pasti pusing dengan berita tentangmu dan namja menyebalkan itu”. Ujarku mencoba meyakinkannya. “Greepp”. Xi Hyun memelukku dan tak mengatakan apapun. Akupun membalas pelukannya dan mencoba menenangkannya.
...
Xi Hyun Pov.
“Annyeong, saya Choi Xi Hyun imnida. Saya akan menklarifikasi tentang pemberitaan yang saat ini sedang menjadi perbincangan”. Ujarku membuka acara. “Apa hubungan anda dengan pengusaha bermagra Han tersebut?”. Salah satu wartawan bertanya padaku. “Kami tak ada hubungan apapun. Presdir Han adalah kakak dari rekan kerjaku Han Jang Woo yang sesama entertain”. Jelasku dengan wajah datar dan berharap Yong Woo menonton acara ini, aku tak perduli ocehan Jang Woo nanti. “Lalu mengapa anda sedang bersama presdir Han di salah satu caffe bersama presdir Han?”. Tanya wartawan lain. “Aku sedang menyiapkan keperluan schedule bersama seseorang. Dan saat itu aku tak sengaja bertemu dengannya”. Paparku. “Lalu siapa seseorang yang sedang menemanimu di pusat perbelanjaan itu? Dan mengapa ia tak ada bersamamu saat itu?”. Rentetan pertanyaan itu membuatku hampir melemah. “Saat itu dia sedang pergi ke kamar kecil, dia menyuruhku untuk mencari tempat makan lebih dulu dan akan menyusulku.dia adalah...”. aku belum menyelesaikan ucapanku. Aku mengingat-ingat sejak masa sekolah menengah pertama, saat dia dibully, saat dia berubah penampilan bahkan saat dia selalu ada untukku, menjagaku, menghiburku, menghapus airmataku, memelukku kala aku menangis, melakukan segala hal untukku dan saat ini dia tengah berjuang demi masa depanku tanpaku ketahui. “Choi Xi Hyun-ssi?”. Salah satu wartawan membuyarkan lamunanku. “Ne?”. Akupun tersadar dari lamunanku. “Saya ulangi, siapa seseorang yang tengah menemani anda saat itu?”. Ujar wartawan itu sekali lagi. “Dia adalah.. dia adalah tunanganku. Namanya Park Jae Hyuk”. Ujarku menyelesaikan konferensi pers.
...
Yong Woo Pov.
“Dia adalah.. dia adalah tunanganku. Namanya Park Jae Hyuk”. Ujar Xi Hyun mengakhiri konferensi pers. “Kebohongan apa yang kau ucapkan Xi Hyun-ah? Kau tak mengakuiku?”. Ujarku kesal dan mematikan televisi. “Kau kenapa marah hyung?”. Ujar Jang Woo yang berada di ruangan yang sama. Aku tak ingat jika dia juga ada di ruangan ini. “Aku tak habis pikir. Dia bilang dia tak ada hubungan denganku? Dia bahkan pernah menjalin cinta denganku Jang Woo”. Kesalku. “Mungkin dia kecewa padamu karena tiba-tiba berubah dan memutuskannya”. Ujar Jang Woo meninggalkanku menuju kamarnya. “Apa-apaan ini? Kenapa harus bocah tengik itu yang Xi Hyun akui?”. Batinku menahan amarah.
...


Jae Hyuk Pov.
“Dia adalah.. dia adalah tunanganku. Namanya Park Jae Hyuk”. Ujar Xi Hyun mengakhiri konferensi pers. “Mwo? Naega?”. Aku merasa kaget karena ucapan Xi Hyun saat mengakhiri konferensi pers. “Aku pulang”. Xi Hyun sudah sampai di rumah dan membuatku berlari menghampirinya. “Xi Hyun-ah”. Panggilku saat sudah berada dihadapannya. “Mwo?”. Jawabnya. “Wae? Kenapa kau berbohong?”. Tanyaku. “Bohong? Maksudmu?”. Tanyanya tak mengerti. “Kenapa kau mengatakan kau tak ada hubungan dengan namja itu dan kau malah mengatakan akulah yang berhubungan denganmu?”. Tanyaku padanya yang masih saja tak berekspresi. “Aku memang sudah tak ada hubungan apapun lagi dengannyakan?”. Jawabnya tenang. “Ne arra arra Xi Hyun-ah. Tapi pernyataanmu mengenai hubungan kita?”. Ujarku. “Kau tak mau mengakui perasaanmu padaku Hyuk-ah?”. Ucapannya membuatku terkejut. “Kenapa kau diam Hyuk-ah? Apa kau tak menyukaiku?”. Tanyanya dengan wajah mulai berekspresi. “Bukan begitu Xi Hyun-ah, bukan begitu”. Ujarku. “Lalu apa? Kalau kau tak menyukaiku, kau tak akan repot-repot mengurusku”. Ujarnya. “Itu karena, itu karena hanya aku keluargamu yang tersisa”. Ujarku mulai frustasi dan bingung harus mulai dari mana. “Aku tau semuanya Jae Hyuk-ah. Saat kau mulai melarangku menemui Yong Woo oppa, saat kau membentakku dengan alasan kau mencintaiku. Lalu kau juga menjagaku, melindungiku, terlebih lagi kau menelusuri kasus kematian ayahku”. Jelasnya membuatku kaget. “Menelusuri?”. Aku mulai penasaran dengan apa yang akan ia katakan. “Han Yong Woo lah yang menyuruh seeseorang untuk memutus kabel rem mobil appa, kau juga menyimpan foto Yong Woo oppa bersama seorang namja yang ada dalam rekaman kotak black box mobil appa”. Xi Hyun mulai berbicara. “Jadi kau sudah tahu?”. Ujarku merasa bersalah. “Kau tak perlu merasa bersalah Hyuk-ah. Aku sudah curiga dengan gerak-gerikmu selama ini, dan aku juga diam-diam mengawasimu, meminta tuan Lee untuk membantumu”. Ujarnya yang membuatku semakin kaget. “Mianhae Xi Hyun-ah”. Ujarku sembari menundukkan kepalaku. “Gwenchana. Sebelum mengetahui semua ini aku memang sudah menyuruh tuan Lee membantumu. Aku merasa ada yang aneh saat tuan Lee mengatakan kau menanyakan kondisi mobil appa sebelum kecelakaan dan tuan Lee juga mengatakan kau akan mengembalikan semuanya yang menjadi milikku”. Ujarnya sembari memegang pipiku. “Nan gwenchana Hyuk-ah. Gomawo”. Xi Hyun tersenyum lembut padaku. Akupun memegang kedua tangannya yang menyentuh pipiku. Aku memeluknya, memeluk yeoja yang selama ini kucintai. “Saranghae”. Ujarku saat aku memeluknya.
...
Ke esokan harinya
Author Pov.
“Annyeong”. Seorang namja mengejutkan Xi Hyun yang tengah asyik memasakn. “YAK! Kau mengagetkanku tau”. Ujar Xi Hyun pada Jae Hyuk yang tengah emeluknya dari belakang. “Kau masak apa hari ini?”. Tanya Jae Hyuk yang masih tetap memeluk Xi Hyun dari belakang. “Aku memasang nasi campur dan telur gulur”. Ujar Xi Hyun masih berkutat dengan memasak. Meski Jae Hyuk memeluknya dari belakang, itu tak menjadi penghalang baginya menyelesaikan sarapan pagi ini. “Sepertinya enak. Aku sudah lapar”. Jae Hyuk tak sabar menyantap sarapan buatan Xi Hyun. “Duduklah, aku akan membawakannya untuk mu”. Ujar Xi Hyun.
...

Jae Hyuk Pov.
“Kenapa kau diam saja? Bukankah kau tadi bilang sangat lapar?”. Ujar Xi Hyun. “Kau tak ingin menyuapiku?”. Tanyaku dengan sebuah cengiran. “Kenapa aku harus menyuapimu? Memangnya kau ini bayi?”. Jawabnya sembari tertawa. “Oh ayolah.. bukankah kita ini pasangan baru?”. Ujarku. “Pasangan baru?”. Tanyanya. “Ne, kemarin kau bilang aku ini tunanganmu saat konferensi pers”. Jawabku. “Baiklah baik, aku akan menyuapimu. Buka mulutmu”. Akhirnya dia menyerah. “Aaaaaa”. Aku membuka mulutku lebar-lebar menyambut suapan cinta darinya. “Enak?”. Tanyanya memastikan. “Enak sekali”. Jawabku jujur. Aku merasa bahagia hari ini, Xi Hyun sekarang akan tetap bersamaku. Aku tak pernah membayangkan hal ini sebelumnya, kupikir aku akan terus menyimpan perasaan ini. Tapi ternyata sekarang aku dan Xi Hyun benar-benar menjalin hubungan, bukan sekedar sahabat dari sejak sekolah menengah pertama dan bukan juga keluarga Xi Hyun yang tersisa.
...
Xi Hyun Pov.
“Hati-hati dijalan Hyuk-ah”. Ujarku pada namja yang benar-benar berarti bagiku. “Ne arraseo chagiya”. Ujarnya riang dan membuatku tertawa. “Kau sungguh menggelikan Hyuk-ah. Jae Hyuk-ah, kapan kau akan melapor mengenai kasus ini?”. Tanyaku was-was. “Aku akan melaporkannya, tapi tidak sekarang. Mengingat kondisi saham yang benar-benar dikuasai olehnya. Bersabarlah sedikit”. Ujarnya menenangkanmu. “Baiklah”. Ujarku padanya. CUP. Jae Hyuk mencium keningku sebelum pergi bekerja. Dan aku hanya tersenyum melihat tingkahnya.
...
Author Pov.
“Bisakah aku bertemu tuan park?”. Ujar Xi Hyun pada sekertaris Jae Hyuk. “Anda pasti nona Xi Hyun aktris terkenal itu bukan”. Ujar sekertaris Im. “Ne, bisakah aku menemuinya”. Tanya Xi hyun sekali lagi. “Saat ini tuan Park sedang ada rapat, tapi kau bisa menunggunya di dalam”. Seru sekertaris Im. “Terima kasih. Apa aku bisa minta sesuatu darimu?”. Tanya Xi Hyun. “Apa ada yang bisa saya bantu lagi nona?”. Ujar sekertaris Im. “Tolong jangan katakan aku berada di sini pada tuan Park”. Pinta Xi Hyun. “Baik nona”. Jawab sekertaris Im.
...
Jae Hyuk Pov.
“Kenapa kau bisa ada di sini?”. Ujar Jae Hyuk kaget mendapati Xi Hyun tengah duduk di kursi ruangannya. “Aku hanya ingin mengunjungimu. Aku mengantarkan makan siang”. Ujar yeoja dihadapanku. “Jinja? Wah kau benar-benar calon istri yang hebat”. Ujarku sembari bertepuk tangan. “Makanlah selagi panas. Aku takkan lama, karena aku harus membeli beberapa keperluanku”. Ujarnya yang membuatku tak rela dia pergi sedetikpun. “Aku bisa mengantarmu”. Ujarku. “Jika kau mengantarku lalu bagaimana kau bisa mengelola perusahaan? Lagipula kita akan sering bertemu di rumah”. Ujarnya sembari mengedipkan sebelah matanya padaku. “Baiklah nyonya park. Kau lolos hari ini”. Ujarku menyerah. “Aku pergi”. Dia meninggalkanku di ruang kerja perusahaan.
...


Yong Woo Pov.
“Wah wah wah. Ada apa seorang aktris terkenal berada di sebuah perusahaan?”. Ujarku saat bertemu yeoja yang sempat membuatku kesal karena kebohongannya di media. “Memangnya siapa kau berani mengaturku?. Ujarnya ketus. “Kau benar-benar berubah Xi Hyun-ah. Apa karena bocah tengik itu?”. Aku mulai kesal. “Kau sendiri yang berubah. Lagipula apa urusanmu jika aku menemui Jae Hyuk di Kantornya? Seharusnya aku yang bertanya apa yang oppa lakukan di sini?”. Yeoja lembut itu berubah menjadi dingin padaku. “Memang tak ada hubungannya denganku. Tapi kau sudah membuat kebohongan publik”. Ujarku menahan amarah. “Membohongi publik? Dalam hal apa? Aku rasa aku sama sekali tak membohongi publik”. Ujarnya santai. “Benarkah? Lalu apa maksudmu mengatakan kita tak punya hubungan apapun dan kau lebih berbohong mengenai statusmu yang bertunangan dengan bocah tengik itu?”. Ujarku sinis. “Dengar presdir Han, akan kuberitahu apa itu kebohongan. Pertama, kita memang tak punya hubungan apapun sekarang, aku yakin kau masih mengingat dengan sangat jelas saat kau memutuskan hubungan denganku. Kedua, dia bukan bocah tengik, namanya Jae Hyuk, Park Jae Hyuk. Ketiga, aku dan Jae Hyuk memang memiliki hubungan. Terakhir, bukankah kau sendiri yang berbohong pada publik mengenai apa yang kau lakukan padaku, keluargaku dan masa depanku. Permisi presdir Han”. Pamitnya. “Apa maksud ucapannya yang terakhir?”. Heranku dan bergegas pergi.
...
TBC