Jumat, 26 Februari 2016

Love Like Monster (Chapter 5)





Love Like Monster (Chapter 5)
Main cast       :
·         Choi Xi Hyun
·         Park Jae Hyuk
·         Han Yong Woo
Genre             : Relationship, Sadness, Friendship, Romance, Triangle Love, Family.
Lenght           : Chapter
Happy Reading
“Dimana kau saat aku menginginkanmu berada di sampingku? Kemana larinya kau saat aku berjuang untuk satu-satunya makhluk yang kupikir bisa memberiku kebahagiaan nyata? Seringkali kumaafkan ketidakhadiranmu, seringkali kumaklumi kesalahanmu, dan selalu kuberikan senyum terbaik ketika sesungguhnya aku ingin menangis”. - Xi Hyun.
“Aku akan selalu ada untukmu, melindungimu”. – Jae Hyuk.
...
Previous
“YAK! YAK! Turunkan aku Jae Hyuk-ah”. Yeoja itu meronta-ronta dalam gendongan Jae Hyuk. “Sudah kubilang kau harus istirahat”. Jawab Jae Hyuk sembari terus menggendong Xi Hyun ke tempat istirahat. “YAK! Wae? Kenapa akhir-akhir ini kau seolah-olah melarangku menemui Yong Woo oppa”. Ujar Xi Hyun. “Sudah kubilang aku tak ingin kau terluka”. Jawab Jae Hyuk menahan emosi. “Kenapa kau selalu mengatakan hal itu, apa maksudmu dengan mengatakan tak ingin aku terluka? Kau pikir Yong Woo oppa akan menyakitiku? Katakan apa maksdumu? Apa kau mencintaiku?”. Deretan pertanyaan Xi Hyun membuat Jae Hyuk semakin emosi. “Ne, dangsineun saranghamnida. Aku tak akan membiarkan dia menyakitimu lebih dari ini”. Teriak Jae Hyuk.
...
Author Pov.
“Aaaaarrgh, kenapa aku bicara seperti itu padanya”. Teriak Jae Hyuk sembari berjalan mondar-mandir di ruang kerja barunya. “Tok tok tok”. Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar ruangan. Jae Hyuk yakin Xi Hyun yang mengetuk pintu itu. “Masuklah” ujar Jae Hyuk. “Mianhae Jae Hyuk-ah”. Sesal Xi Hyun. “Sudahlah, aku juga minta maaf karena sudah membentakmu. Jika kau ingin menemuinya, temui saja”. Jelas Jae Hyuk. “Tidak, aku tak akan menemuinya. Karena aku yakin sahabatku sedang membutuhkanku”. Jawab Xi Hyun. “Maksudmu?”. Tanya Jae Hyuk yang tak mengerti maksud dari ucapan Xi Hyun. “Aku tau kau stres mengelola perusahaan ajhussi, jadi tak heran jika kau tak bisa mengendalikan emosimu termasuk padaku. Benarkan?”. Mendengar ucapan Xi Hyun, Jae Hyuk mulai mengerti apa maksud perkataannya. “Bukan itu Xi Hyun-ah, dia dalang dari kematian ayahmu dan dia juga yang mengambil semua hakmu”. Batin Jae Hyuk berbisik dalam diam.
...
Xi Hyun Pov.
Aku sangat terkejut saat dia membentakku dan mengatakan hal yang membuatku semakin terkejut. Tapi aku yakin dia tak bermaksud seperti itu, mungkin dia sedang stres karena pekerjaannya. “Tok tok tok”. Kuketukan pintu dari arah luar ruangan Jae Hyuk dengan sedikit ragu. “Masuklah”. Ujarnya yang aku yakin sedang memikirkan sesuatu. “Mianhae Jae Hyuk-ah”. Sesalku. “Sudahlah, aku juga minta maaf karena sudah membentakmu. Jika kau ingin menemuinya, temui saja”. Jelas Jae Hyuk padaku. “Tidak, aku tak akan menemuinya. Karena aku yakin sahabatku sedang membutuhkanku”. Jawabku mantap. “Maksudmu?”. Tanya Jae Hyuk yang tak mengerti maksud dari ucapanku. “Aku tau kau stres mengelola perusahaan ajhussi, jadi tak heran jika kau tak bisa mengendalikan emosimu termasuk padaku. Benarkan?”. Jelasku. Aku tau akhir-akhir ini dia amat sibuk bekerja, sedangkan aku menyibukkan diri di rumah megah ini dan menunggunya pulang. Jae Hyuk hanya menatapku  sambil berpikir lama, entah apa yang dia pikirkan. Beberapa saat kemudian dia hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaanku. “Foto apa itu Hyuk-ah?”. Tanyaku pada sebuah foto yang ada pada amplop yang sedikit terbuka dan di letakan di atas meja kerja Jae Hyuk. “Bukan apa-apa, itu tidak penting. Akan kuantar kau ke tempat istirahatmu”. Jawabnya sembari langsung menyimpan foto itu dalam laci dan menguncinya. Akupun mengiyakan tawaran Jae Hyuk. Entah hanya perasaanku saja atau memang benar, ekspresi wajah Jae Hyuk saat aku melihat foto dalam amplop yang sedikit terbuka itu begitu aneh. Jae Hyuk seperti sedang menyembunyikan sesuatu dariku, kalau dia tak menyembunyikan sesuatu kenapa Jae Hyuk langsung kaget saat aku menanyakan foto itu.
...
Jae Hyuk Pov.
“Hampir saja ketahuan. Mianhae Xi Hyun-ah, belum saatnya kau tahu semua ini. Kau mulai pulih dan aku tak mau kau terluka lagi. Tapi aku berjanji, aku akan mengembalikan semua seperti semestinya”. Batinku berujar setelah mengantar Xi Hyun ke kamarnya. “Sekarang aku harus membuat strategi untuk melawan Yong Woo, aku harus mulai dari mana ya?”. Tanyaku pada diriku sendiri.
...
Yong Woo Pov.
“Sial bocah tengik itu tau semuanya. Apa yang harus kulakukan? Aku sudah berjanji pada mendiang ayahku, tapi aku tak bisa kehilangan Xi Hyun”. Emosi Yong Woo mendominasi pikirannya. “Kau baik-baik saja hyung?”. Jang Woo mengagetkanku. “Ne, gwenchana”. Jawabku seadanya. “Kenapa wajahmu ditekuk seperti itu? Sepertinya kau ada masalah. Kau ingin berbagi denganku?”. Tanya Jang Woo menawarkan bantuan padaku. “Sudah kubilang aku tak apa-apa. Aku ingin istirahat”. Elakku. Aku tak boleh membuat Jang Woo khawatir dan tau semuanya.
...

Ke esokan hari
Author Pov.
Sudah semalaman Xi Hyun memikirkan sesuatu. Ia yakin Jae Hyuk menyembunyikan sesuatu darinya dan ia ingin tau apa yang disembunyikan Jae Hyuk darinya, tapi ia harus mulai mencari tau dari mana. Iapun tak tahu. Xi Hyun pun mencoba menelepon salah satu pegawai yang bekerja di perusahaan Choi Corporation. “Annyeong Tuan Lee, apa kabar? Bisakah kita bertemu?”. Xi Hyun memulai pembicaraan.
...
Xi Hyun Pov.
“Bagaimana mungkin ini bisa terjadi, saham perusahaan appa di ambil alih perusahaan lain?”. Xi Hyun terkejut dengan penuturan Tuan Lee. “Benar nona. Saham sudah berpindah tangan menjadi milik Han Corporation, dan aku terpaksa bertahan disini karena aku yakin tuan Jae Hyuk bisa merebut kembali saham Choi”. Jawab tuan Lee tanpa ada satupun yang ia lupakan. “Jae Hyuk?”. Tanyaku pada tuan Lee. “Benar nona, seminggu yang lalu tuan Jae Hyuk menemuiku dan menanyakan sesuatu padaku”. Jawab tuan Lee dengan jujur padaku. “Baiklah, bertahanlah di sana. Bisakah kau menolong Jae Hyuk untuk mencari informasi tentang Han corporation?”. Pintaku pada tuan Lee. “Tentu saja nona, aku akan melakukannya. Mendiang tuan Choi sangat baik padaku, dan aku belum bisa membalas kebaikannya. Mungkin dengan cara membantu tuan Jae Hyuk mengambil kembali saham Choi bisa membuat mendiang tuan Choi tenang di alam sana. Aku akan diam-diam mencari tahu tentang Han Corporation. Nona tenang saja”. Jelas tuan Lee.
...
Jae Hyuk Pov.
“Sudah beberapa hari ini si jahat Yong Woo belum memberiku jawaban atas penawaranku, itu artinya dia lebih memilih saham Choi daripada Xi Hyun. Baiklah Yong Woo, bersiaplah untuk hancur”. Batinku sembari melihat ponselku yang memasang wallpaper seorang yeoja cantik sedang tersenyum manis tanpa beban. Melihat wallpaper ponselku yang memasang gambar Xi Hyun membuatku ingin menghubunginya hanya sekedar mengetahui kondisinya. “Nomor yang anda tuju tidak menjawab”. Sungguh disayangkan operator yang menjawab panggilanku. “Kemana dia? Ah lebih baik aku menelpon rumah saja”. Lanjutku menelpon rumah.
...
Xi Hyun Pov.
Aku dalam perjalanan menuju rumah, seharian ini aku bagai burung yang mencari sangkar. Berkeliaran tak tentu arah setelah mengetahui apa yang terjadi dari tuan Lee. “Jadi ini yang kau sembunyikan dariku Hyuk-ah?”. Batinku berujar mengingat betapa repotnya Jae Hyuk berjuang dan menyembunyikan ini dariku.
Flash Back
“Jae Hyuk?”. Tanyaku pada tuan Lee. “Benar nona, seminggu yang lalu tuan Jae Hyuk menemuiku dan menanyakan sesuatu padaku”. Jawab tuan Lee dengan jujur padaku. “Apa yang ia tanyakan padamu tuan Lee? Bisakah aku mengetahuinya?”. Tanyaku penasaran. “Tuan Jae Hyuk menanyakan kondisi terakhir mobil yang dikendarai mendiang tuan Choi. Dua hari sebelum kecelakaan, taun Choi menyuruhku untuk menservise mobilnya. Tapi saat kecelakaan itu terjadi, polisi mengatakan rem mobil tuan Choi tidak berfungsi dan aku sempat mendengar bahwa kabel rem mobil tuan Choi terputus”. Jelas tuan Lee. “Rem mobil terputus? Apa ada yang sengaja memotongnya?”. Tanyaku lagi semakin penasaran. “Kemungkinan seperti itu nona, karena dilihat dari kabel tersebut terputus dengan kondisi rapih seperti ada yang memotong”. Jelas tuan Lee membuatku semakin gusar. “Baiklah, bertahanlah di sana. Bisakah kau menolong Jae Hyuk untuk mencari informasi tentang Han corporation?”. Pintaku pada tuan Lee. “Tentu saja nona, aku akan melakukannya. Mendiang tuan Choi sangat baik padaku, dan aku belum bisa membalas kebaikannya. Mungkin dengan cara membantu tuan Jae Hyuk mengambil kembali saham Choi bisa membuat mendiang tuan Choi tenang di alam sana. Aku akan diam-diam mencari tahu tentang Han Corporation. Nona tenang saja”. Jelas tuan Lee.
Flash Back End
“Jae Hyuk-ah apa kau baik-baik saja menyembunyikan semua ini dariku? Aku yakin kau dalam kesulitan sekarang. Bisakah aku membantumu? Karena ini juga berkaitan denganku”. Batinku berujar.
...
Author Pov.
“Ketua ada yang ingin menemui anda”. Jawab seorang petugas kepolisian pada atasannya. “Baik. Tunggu lima menit lagi”. Jawab orang tersebut pada bawahannya. “Annyeong. Apa anda masih mengingatku?”. Tanya Xi Hyun pada polisi yang menangani kasus kecelakaan Ayahnya. “Ah nona Choi. Senang bertemu dengan anda, duduklah. Apa ada yang bisa saya bantu?”. Tanya ketua polisi. “Ne. Aku ingin tahu kasus yang menimpa ayahku yang sebenarnya”. Tanya Xi Hyun tanpa basa basi.
...
TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar