Jumat, 26 Februari 2016

Love Like Monster (Chapter 7)



Love Like Monster (Chapter 7)
Main cast       :
·         Choi Xi Hyun
·         Park Jae Hyuk
·         Han Yong Woo
Genre             : Relationship, Sadness, Friendship, Romance, Triangle Love, Family.
Lenght           : Chapter
Happy Reading
“Dimana kau saat aku menginginkanmu berada di sampingku? Kemana larinya kau saat aku berjuang untuk satu-satunya makhluk yang kupikir bisa memberiku kebahagiaan nyata? Seringkali kumaafkan ketidakhadiranmu, seringkali kumaklumi kesalahanmu, dan selalu kuberikan senyum terbaik ketika sesungguhnya aku ingin menangis”. - Xi Hyun.
“Aku akan selalu ada untukmu, melindungimu”. – Jae Hyuk.
...
Author Pov.
“Kau kenapa Xi Hyun-ah? Apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?”. Jae Hyuk bertanya tiada henti pada Xi Hyun, melihat Xi Hyun yang tengah menangis. “Yong Woo oppa”. Jawab Xi Hyun. “Yong Woo? Apa yang dia lakukan padamu? Katakanlah padaku”. Ujar Jae Hyuk khawatir. “Dia, dia meninggalkanku Hyuk-ah”. Tangis Xi Hyun semakin kencang. “Mwo? Geu namja berani-beraninya berbuat itu padamu”. Ujar Jae Hyuk mencoba menenangkan. “Aku tak mengerti kenapa oppa berubah dan meninggalkanku”. Jawab Xi Hyun. “Mianhae Xi Hyun-ah, seharusnya aku tak membiarkanmu mencari caffe disekirar sini selagi aku pergi ke toilet”. Ujar Jae Hyuk merasa bersalah. “Gwenchanayo Hyu-ah. Jangan khawatirkan aku”. Xi Hyun mencoba tegar dan memaksa dirinya untuk tersenyum.
...
Xi Hyun Pov.
“Aku tak mengerti kenapa oppa berubah dan tiba-tiba berkata untuk berpisah”. Batinku berkata. “Kau bisa sakit karena kedinginan Xi Hyun-ah”. Ujar Jae Hyuk sembari memakaikanku baju hangat. Ya kami sedang berada di halaman belakang rumah saat ini. “Aku tak apa-apa Hyuk-ah. Kau tak usah berlebihan seperti itu”. Ujarku. “Benarkah? Tapi wajahumu terlihat tak cantik karena kau tekuk seperti itu”. Dia mulai meledek lagi, tapi entah kenapa itu membuatku tersenyum. “Kau ini sedang mengejekku ya?”. ujarku kesal dibuat-buat. “Aku tak mengejekmu. Tapi kau memang tak terlihat cantik jika tak tersenyum”. Jawabnya. “Gomawo Hyuk-ah”. Ujarku padanya. “untuk?”. Jawabnya tak mengerti. “Kau selalu ada untukku, menjagaku, menghiburku. Kau selalu melakukan segalanya untukku. Aku bahkan merasa kaulah pacarku dari pada Yong Woo oppa”. Jawabku lemas. “Begitukah? Jangan sebut lagi namja yang menyakitimu itu, aku tak suka”. Ujarnya sembari memalingkan wajahnya. “Wae? Apa kau cemburu?”. Candaku pada Jae Hyuk. “Mwo? Cemburu? Kau ini ada-ada saja. Cepat masuk dan beristirahatlah”. Jawabnya mengalihkan pembicaraan.
...
Jae Hyuk Pov.
Dalam kondisi seperti ini bisa-bisanya dia mengejekku, dasar Xi Hyun aneh. “Kriingg kriiingg”. Aku melirik ponselku yang tergeletak di atas meja nakas. “Yeobseoyo?”. Jawabku. “Yeobseoyo tuan Park. Apa saya mengganggu?”. Tanya si penelepon. “Aniyo, wae geureu?”. Jawabku pada seseorang diseberang sana. “Sesuai dengan apa yang anda katakan. Kami berhasil menemukan kotak black box yang berada dalam mobil tuan Choi”. Jelas namja tersebut. “Kau sudah menemukan kotak itu? Baiklah aku akan menemuimu”. Ujarku mengakhiri sambungan.
...
Author Pov.
“Kau sudah menemukan kotak itu? Baiklah aku akan menemuimu”. Ujar Jae Hyuk mengakhiri sambungan. Jae Hyuk segera menyambar baju hangatnya dan bergegas pergi. Tanpa dia sadari ada seorang yeoja tengah memperhatikannya. “Mau kemana Jae Hyuk malam-malam begini?”. Tanya yeoja tersebut dalam hati.
...



Jae Hyuk Pov.
“Bagaimana tuan Lee? Apa kau sudah melihat isi kotak black box itu?”. Tanyaku pada tuan Lee yang beberapa saat lalu. “Tidak tuan, saya belum melihatnya. Saya tidak berani karena anda lebih berhak untuk melihatnya sebagai keluarga dari nona muda”. Jelas tuan Lee. “Baiklah terima kasih tuan Lee”. Ujarku pada tuan Lee. “Saya permisi tuan. Jika tuan membutuhkan bantuan, saya siap membantu anda tuan”. Pamit tuan Lee. “Hmmm mari kita lihat isi kotak black box ini”. Batinku berkata.
...
Xi Hyun Pov.
“Hah cape sekali hari ini. Tulangku bisa-bisa hancur”. Keluhku. “Kau ini berlebihan sekali Hyunie”. Ujar Jang Woo. “Hehehe mian. Jang Woo ayo kita makan, aku benar-benar lapar”. Ujarku sembari menunjukkan aegyeoku. “Dasar rakus. Sebelum kita take tadi kau sudah makan sekotak bento dan sekarang kau merengek minta makan lagi? Hyunie terbuat dari apa perutmu? Kau harus menjaga bobot tubuhmu, kau ini seorang entertain sekarang”. Kesal Jang Woo. “Arra Jang Woo-ya, kendeu nan begopha”. Rengekku padanya. “Baiklah-baiklah”. Akhirnya dia menyerah juga. Tak lama Jang Woo datang dan membawa beberapa makanan. “Uwwwaaa pasti enak”. Ujarku riang. “Makanlah”. Ujarnya padaku. “Gomawo Jang Woo-ya” ujarku dengan mulut penuh makanan. “Aku heran padamu. Tubuhmu itu sangat kecil tapi makanmu sangat banyak. Hyung pasti harus bekerja keras agar kau tak kelaparan”. Ejeknya padaku yang spontan membuatku menghentikan kegiatan makanku. “Waeyo? Kenapa kau berhenti makan Hyunie?”. Tanyanya padaku. “Tolong jangan sebut-sebut nama dia lagi Jang Woo”. Ujarku menahan tangis. “Wae? Ada apa dengan kalian?”. Tanyanya semakin penasaran. “Kami sudah berpisah”. Jawabku sekenannya. “Kenapa berpisah? Apa yang terjadi?”. Jang Woo semakin mendesakku. “Mollayo. Kau tanyakan saja pada oppa kenapa dia tiba-tiba berubah dan meninggalkanku”. Ujarku meninggalkannya.
...
Yong Woo Pov.
“Hah berkas-berkas ini membuatku pusing. Sebaiknya aku beristirahat sejenak sembari menonton TV”.   Ujarku menyalakan televisi. “Aktris cantik Choi Xi Hyun tertangkap kamera bertemu seorang pria yang di sinyalir adalah Han Yong Woo presdir Han Corporation. Apa hubungan antara Choi Xi Hyun dengan pengusaha bermarga Han tersebut?”. Ujar sang pembawa berita. “Apa-apaan ini? Kenapa bisa ada wartawan menangkap gambar kami yang tengah bertemu di caffe saat aku mengakhiri hubunganku dengannya”. Heranku. “Sampai saat ini kami belum berhasil mewawancarai Choi Xi Hyun maupun Han Yong Woo”. Sambung pembawa berita tersebut. “Hyung apa yang sebenarnya terjadi?”. Jang Woo menghampiriku di perusahaan. “Kau mengagetkanku saja. Kenapa kau berada di sini? Bukankah kau ada schedule hari ini?”. Tanyaku santai. “Jadwalku sudah selesai hyung dan bisakah kau menjawab pertanyaanku?”. Tanyanya sembari menatapku. “Pertanyaan mana maksudmu?”. Jawabku tenang. “Kenapa kau bisa berpisah dengan Hyunie?”. Tanyanya lagi. Jadi dia sudah tau masalah berakhirnya hubunganku dengannya. “Tidak ada masalah apapun. Kami berpisah memang karena sudah merasa tak cocok”. Jawabku enteng. “Mwo? Kau bilang sudah tak cocok? Kenapa bisa? Kau bahkan dulu berusaha keras agar bisa dekat dengannya”. Herannya. “Sudahlah. Sebaiknya kau tak usah ikut campur urusanku”. Ujarku mulai geram.
...
Jae Hyuk Pov.
“Aktris cantik Choi Xi Hyun tertangkap kamera bertemu seorang pria yang di sinyalir adalah Han Yong Woo presdir Han Corporation. Apa hubungan antara Choi Xi Hyun dengan pengusaha bermarga Han tersebut?”. Ujar sang pembawa berita. “Mwo? Berita macam apa itu?”. Ujarku saat menonton televisi di ruanganku. “Sampai saat ini kami belum berhasil mewawancarai Choi Xi Hyun maupun Han Yong Woo”. Sambung pembawa berita tersebut. “Lebih baik aku menghubunginya”. Ujarku sembari menghubungi Xi Hyun. “ Yeobseoyo?”. Ujar Xi Hyun.
...
Xi Hyun Pov.
“Yeobseoyo?”. Aku menjawab sambungan dari Jae Hyuk. “Kau tak apa-apa?”. Tanyanya. “Aniyo, nan gwenchana. Waeyo?”. Tanyaku heran. “Kau sudah melihat berita ditelevisi?”. Tanyanya lagi. “Oh ne, aku sudah lihat”. Jawabku seadanya. “Benar kau tak apa-apa?”. Dia mulai khawatir. “Ne Jae Hyuk-ah, nan gwencahan. Aku akan adakan konferensi pers untuk menjelaskannya”. Jawabku menenangkan diri. “Aku akan segera pulang”. Ujarnya mengakhiri sambungan. “Jae Hyuk-ah, kau tak usah cemas seperti ini. Aku baik-baik saja”. Batinku berujar sembari menatap ponsel yang memunculkan wallpaper gambarku dengannya. “Hmmm sejak kapan aku mengganti wallpaper ponsel?”. Batinku.
Flash Back
“Sedang apa kau dengan ponselku?”. Ujarku saat setelah keluar dari kamar mandi dan mendapati dia sedang bersantai di tempat tidurku sembari memegang ponselku. “Aku butuh hiburan dan ada ponsel menganggur di sini jadi aku bermain game”. Jawabnya sembari membenahi posisinya. “Kau kan bisa bermain game diponselmu”. Ujarku sembari mengoleskan cream malam. “Ponselku penuh dengan aplikasi bisnis”. Jawabnya sembari cemberut. “Hahahaha baiklah bermain sepuasmu”. Jawabku. “Aku sudah puas bermain, kau lihat saja ponselmu sudah kehabisan batre”. Jawabnya dan jangan lupakan cengiran jenaka yang ia tunjukkan. “Mwo? Kau menghabiskan batre ponselku?”. Ujarku sembari melihat ponselku sudah mati karena kehabisan batre.
Flash Back End
“Apa mungkin setelah dia bermain game dia mengganti wallpaper yang menampilkan gambarku dengan Yong Woo oppa?”. Pikirku.
...
Author Pov.
“Tuan Lee? Kenapa kau ada di sini?”. Tanya Xi Hyun pada tuan Lee yang berada di sebuah caffe di pusat perbelanjaan. “Nona kau mengagetkanku. Ah saya menemani presdir Han meeting dengan klien di tempat ini”. Jawab tuan Lee pada Xi Hyun. “Presdir Han?”. Tanya Xi Hyun yang penasaran akan tampang presdir baru tuan Lee. “Ne nona, itu dia presdir Han”. Tunjuk tuan Lee pada seorang namja yang tengah berjalan sembari membaca artikel yang berada pada ponselnya. “Mwo? Oppa? Presdir Han yang tuan Lee maksud?”. Kaget Xi Hyun dalam hati. “Nona anda tak apa-apa”. Tanya tuan Lee memecah keheningan. “Ne aku tak apa-apa. Maaf aku harus segera pergi, ada beberapa keperluan yang harus segera kusiapkan”. Pamit Xi Hyun. “Kau melihat siapa tuan Lee?”. Tanya Yong Woo. “Ah tidak presdir, mari kita ke tempat tujuan”. Ajak tuan Lee.
...
Jae Hyuk Pov.
“Jadi dia yang memutus sambugan kabel rem mobil choi ajhussi”. Ujarku sembari melihat isi kotak black box. “Kau sedang melihat apa”. Xi Hyun tiba-tiba berada di ruanganku. “Ah bukan apa-apa”. Ujarku kaget dan segera menutup laptop yang berada di meja kerjaku. “Sepertinya kau sedang serius”. Tanya yeoja itu. “Kenapa kau belum tidur? Bukankah besok kau akan mengadakan konferensi pers?”. Aku tak mengindahkan ucapannya. “Tadi setelah dari dapura aku akan langsung tidur. Tapi saat menuju kamar, ruang kerjamu masih menyala jadi aku memastikan dulu”. Ujarnya polos. “Baiklah aku antar kau ke kamarmu”. Ujarku mengajaknya untuk segera beristirahat.
...
Xi Hyun Pov.
“Jae Hyuk semakin aneh. Dia sudah menyembunyikan kebenaran tentang kasus appa, foto Yong Woo oppa dan seorang pria tak dikenal, lalu pergi keluar rumah malam-malam setelah mendapat telepon dari seseorang. Dan tadi dia langsung buru-buru menutup laptop dengan tergesa-gesa. Apa ada sesuatu didalamnya? Lebih baik aku memastikannya malam ini setelah Jae Hyuk tertidur”. Ujarku dalam hati.
...
Author Pov.
“sepertinya dia sudah tertidur pulas”. Xi Hyun memastikan Jae Hyuk sudah terjaga di kamarnya. “Krok krok”. Terdengar suara dengkuran Jae Hyuk. “Dasar beruang tidur. Mendengkur keras-keras”. Ujar Xi Hyun tersenyum.
Jae Hyuk Room’s
“Dimana laptop itu disimpan?”. Ujar Xi Hyun sembari mencari dengan menggunakan penerangan seadanya menggunakan center yang ia bawa. “Ah ternyata di sini”. Xi Hyun menemukan benda yang ia cari berada dalam laci meja kerja Jae Hyuk. “Selalu saja menggunakan sandi. Akan kucoba dengan tanggal lahirku?”. Ujar Xi Hyun. “Ternyata memang benar tanggal lahirku”. Ujar Xi Hyun setelah berhasil membuka sandi pada laptop tersebut. Betapa terkejutnya Xi Hyun mengetahui bahwa Jae Hyuk menyimpan rekaman kotak black box yang ada pada mobil ayahnya. Lalu ia memfokuskan pandangannya pada seseorang yang sedang berusaha memotong kabel rem mobil tersebut. “Orang itu? Bukankah orang itu yang ada dalam foto bersama Yong Woo oppa?”. Ujar Xi Hyun masih menyimak isi rekaman itu. “Jangan-jangan Yong Woo oppa terlibat?”. Xi Hyun berusaha mengingat apa yang ia dapat beberapa waktu ini. Saat Jae Hyuk membentakknya karena tak ingin Xi Hyun semakin terluka, saat ia melihat foto yang berada di ruang kerja Jae Hyuk, saat tuan Lee mengatakan kondisi perusahaan, saat ia menemui ketua kepolisian, saat ia mengetahui siapa presdir Han, saat melihat seorang namja yang sedang berusaha memutus kabel rem mobil ayahnya dan saat Yong Woo berubah lalu meminta berpisah. Xi Hyun terisak, ini semua benar-benar mengejutkan baginya. Dari awal Jae Hyuk sudah mencurigai Yong Woo maka dari itu Jae Hyuk mulai melarang Xi Hyun menemuinya. “Aku benar-benar bodoh”. Ujar Xi Hyun dalam isakannya.
...
TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar