Love
Like Monster (Chapter 7)
Main
cast :
·
Choi Xi Hyun
·
Park Jae Hyuk
·
Han Yong Woo
Genre : Relationship, Sadness,
Friendship, Romance, Triangle Love, Family.
Lenght : Chapter
Happy Reading
“Dimana kau saat aku menginginkanmu
berada di sampingku? Kemana larinya kau saat aku berjuang untuk satu-satunya
makhluk yang kupikir bisa memberiku kebahagiaan nyata? Seringkali kumaafkan
ketidakhadiranmu, seringkali kumaklumi kesalahanmu, dan selalu kuberikan senyum
terbaik ketika sesungguhnya aku ingin menangis”. - Xi Hyun.
“Aku akan selalu ada untukmu,
melindungimu”. – Jae Hyuk.
...
Author
Pov.
“Kau
kenapa Xi Hyun-ah? Apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?”. Jae Hyuk bertanya
tiada henti pada Xi Hyun, melihat Xi Hyun yang tengah menangis. “Yong Woo
oppa”. Jawab Xi Hyun. “Yong Woo? Apa yang dia lakukan padamu? Katakanlah
padaku”. Ujar Jae Hyuk khawatir. “Dia, dia meninggalkanku Hyuk-ah”. Tangis Xi
Hyun semakin kencang. “Mwo? Geu namja berani-beraninya berbuat itu padamu”.
Ujar Jae Hyuk mencoba menenangkan. “Aku tak mengerti kenapa oppa berubah dan
meninggalkanku”. Jawab Xi Hyun. “Mianhae Xi Hyun-ah, seharusnya aku tak
membiarkanmu mencari caffe disekirar sini selagi aku pergi ke toilet”. Ujar Jae
Hyuk merasa bersalah. “Gwenchanayo Hyu-ah. Jangan khawatirkan aku”. Xi Hyun
mencoba tegar dan memaksa dirinya untuk tersenyum.
...
Xi
Hyun Pov.
“Aku
tak mengerti kenapa oppa berubah dan tiba-tiba berkata untuk berpisah”. Batinku
berkata. “Kau bisa sakit karena kedinginan Xi Hyun-ah”. Ujar Jae Hyuk sembari
memakaikanku baju hangat. Ya kami sedang berada di halaman belakang rumah saat
ini. “Aku tak apa-apa Hyuk-ah. Kau tak usah berlebihan seperti itu”. Ujarku.
“Benarkah? Tapi wajahumu terlihat tak cantik karena kau tekuk seperti itu”. Dia
mulai meledek lagi, tapi entah kenapa itu membuatku tersenyum. “Kau ini sedang
mengejekku ya?”. ujarku kesal dibuat-buat. “Aku tak mengejekmu. Tapi kau memang
tak terlihat cantik jika tak tersenyum”. Jawabnya. “Gomawo Hyuk-ah”. Ujarku
padanya. “untuk?”. Jawabnya tak mengerti. “Kau selalu ada untukku, menjagaku,
menghiburku. Kau selalu melakukan segalanya untukku. Aku bahkan merasa kaulah
pacarku dari pada Yong Woo oppa”. Jawabku lemas. “Begitukah? Jangan sebut lagi
namja yang menyakitimu itu, aku tak suka”. Ujarnya sembari memalingkan
wajahnya. “Wae? Apa kau cemburu?”. Candaku pada Jae Hyuk. “Mwo? Cemburu? Kau
ini ada-ada saja. Cepat masuk dan beristirahatlah”. Jawabnya mengalihkan
pembicaraan.
...
Jae
Hyuk Pov.
Dalam
kondisi seperti ini bisa-bisanya dia mengejekku, dasar Xi Hyun aneh. “Kriingg
kriiingg”. Aku melirik ponselku yang tergeletak di atas meja nakas.
“Yeobseoyo?”. Jawabku. “Yeobseoyo tuan Park. Apa saya mengganggu?”. Tanya si
penelepon. “Aniyo, wae geureu?”. Jawabku pada seseorang diseberang sana.
“Sesuai dengan apa yang anda katakan. Kami berhasil menemukan kotak black box
yang berada dalam mobil tuan Choi”. Jelas namja tersebut. “Kau sudah menemukan
kotak itu? Baiklah aku akan menemuimu”. Ujarku mengakhiri sambungan.
...
Author
Pov.
“Kau
sudah menemukan kotak itu? Baiklah aku akan menemuimu”. Ujar Jae Hyuk
mengakhiri sambungan. Jae Hyuk segera menyambar baju hangatnya dan bergegas
pergi. Tanpa dia sadari ada seorang yeoja tengah memperhatikannya. “Mau kemana
Jae Hyuk malam-malam begini?”. Tanya yeoja tersebut dalam hati.
...
Jae
Hyuk Pov.
“Bagaimana
tuan Lee? Apa kau sudah melihat isi kotak black box itu?”. Tanyaku pada tuan
Lee yang beberapa saat lalu. “Tidak tuan, saya belum melihatnya. Saya tidak
berani karena anda lebih berhak untuk melihatnya sebagai keluarga dari nona
muda”. Jelas tuan Lee. “Baiklah terima kasih tuan Lee”. Ujarku pada tuan Lee.
“Saya permisi tuan. Jika tuan membutuhkan bantuan, saya siap membantu anda
tuan”. Pamit tuan Lee. “Hmmm mari kita lihat isi kotak black box ini”. Batinku
berkata.
...
Xi
Hyun Pov.
“Hah
cape sekali hari ini. Tulangku bisa-bisa hancur”. Keluhku. “Kau ini berlebihan
sekali Hyunie”. Ujar Jang Woo. “Hehehe mian. Jang Woo ayo kita makan, aku
benar-benar lapar”. Ujarku sembari menunjukkan aegyeoku. “Dasar rakus. Sebelum
kita take tadi kau sudah makan sekotak bento dan sekarang kau merengek minta
makan lagi? Hyunie terbuat dari apa perutmu? Kau harus menjaga bobot tubuhmu,
kau ini seorang entertain sekarang”. Kesal Jang Woo. “Arra Jang Woo-ya, kendeu
nan begopha”. Rengekku padanya. “Baiklah-baiklah”. Akhirnya dia menyerah juga.
Tak lama Jang Woo datang dan membawa beberapa makanan. “Uwwwaaa pasti enak”.
Ujarku riang. “Makanlah”. Ujarnya padaku. “Gomawo Jang Woo-ya” ujarku dengan
mulut penuh makanan. “Aku heran padamu. Tubuhmu itu sangat kecil tapi makanmu
sangat banyak. Hyung pasti harus bekerja keras agar kau tak kelaparan”. Ejeknya
padaku yang spontan membuatku menghentikan kegiatan makanku. “Waeyo? Kenapa kau
berhenti makan Hyunie?”. Tanyanya padaku. “Tolong jangan sebut-sebut nama dia
lagi Jang Woo”. Ujarku menahan tangis. “Wae? Ada apa dengan kalian?”. Tanyanya
semakin penasaran. “Kami sudah berpisah”. Jawabku sekenannya. “Kenapa berpisah?
Apa yang terjadi?”. Jang Woo semakin mendesakku. “Mollayo. Kau tanyakan saja
pada oppa kenapa dia tiba-tiba berubah dan meninggalkanku”. Ujarku
meninggalkannya.
...
Yong
Woo Pov.
“Hah
berkas-berkas ini membuatku pusing. Sebaiknya aku beristirahat sejenak sembari
menonton TV”. Ujarku menyalakan
televisi. “Aktris cantik Choi Xi Hyun tertangkap kamera bertemu seorang pria
yang di sinyalir adalah Han Yong Woo presdir Han Corporation. Apa hubungan
antara Choi Xi Hyun dengan pengusaha bermarga Han tersebut?”. Ujar sang pembawa
berita. “Apa-apaan ini? Kenapa bisa ada wartawan menangkap gambar kami yang
tengah bertemu di caffe saat aku mengakhiri hubunganku dengannya”. Heranku.
“Sampai saat ini kami belum berhasil mewawancarai Choi Xi Hyun maupun Han Yong
Woo”. Sambung pembawa berita tersebut. “Hyung apa yang sebenarnya terjadi?”.
Jang Woo menghampiriku di perusahaan. “Kau mengagetkanku saja. Kenapa kau
berada di sini? Bukankah kau ada schedule hari ini?”. Tanyaku santai. “Jadwalku
sudah selesai hyung dan bisakah kau menjawab pertanyaanku?”. Tanyanya sembari
menatapku. “Pertanyaan mana maksudmu?”. Jawabku tenang. “Kenapa kau bisa
berpisah dengan Hyunie?”. Tanyanya lagi. Jadi dia sudah tau masalah berakhirnya
hubunganku dengannya. “Tidak ada masalah apapun. Kami berpisah memang karena
sudah merasa tak cocok”. Jawabku enteng. “Mwo? Kau bilang sudah tak cocok?
Kenapa bisa? Kau bahkan dulu berusaha keras agar bisa dekat dengannya”.
Herannya. “Sudahlah. Sebaiknya kau tak usah ikut campur urusanku”. Ujarku mulai
geram.
...
Jae
Hyuk Pov.
“Aktris
cantik Choi Xi Hyun tertangkap kamera bertemu seorang pria yang di sinyalir
adalah Han Yong Woo presdir Han Corporation. Apa hubungan antara Choi Xi Hyun
dengan pengusaha bermarga Han tersebut?”. Ujar sang pembawa berita. “Mwo?
Berita macam apa itu?”. Ujarku saat menonton televisi di ruanganku. “Sampai
saat ini kami belum berhasil mewawancarai Choi Xi Hyun maupun Han Yong Woo”.
Sambung pembawa berita tersebut. “Lebih baik aku menghubunginya”. Ujarku
sembari menghubungi Xi Hyun. “ Yeobseoyo?”. Ujar Xi Hyun.
...
Xi
Hyun Pov.
“Yeobseoyo?”.
Aku menjawab sambungan dari Jae Hyuk. “Kau tak apa-apa?”. Tanyanya. “Aniyo, nan
gwenchana. Waeyo?”. Tanyaku heran. “Kau sudah melihat berita ditelevisi?”.
Tanyanya lagi. “Oh ne, aku sudah lihat”. Jawabku seadanya. “Benar kau tak
apa-apa?”. Dia mulai khawatir. “Ne Jae Hyuk-ah, nan gwencahan. Aku akan adakan konferensi
pers untuk menjelaskannya”. Jawabku menenangkan diri. “Aku akan segera pulang”.
Ujarnya mengakhiri sambungan. “Jae Hyuk-ah, kau tak usah cemas seperti ini. Aku
baik-baik saja”. Batinku berujar sembari menatap ponsel yang memunculkan
wallpaper gambarku dengannya. “Hmmm sejak kapan aku mengganti wallpaper
ponsel?”. Batinku.
Flash Back
“Sedang
apa kau dengan ponselku?”. Ujarku saat setelah keluar dari kamar mandi dan
mendapati dia sedang bersantai di tempat tidurku sembari memegang ponselku.
“Aku butuh hiburan dan ada ponsel menganggur di sini jadi aku bermain game”.
Jawabnya sembari membenahi posisinya. “Kau kan bisa bermain game diponselmu”.
Ujarku sembari mengoleskan cream malam. “Ponselku penuh dengan aplikasi
bisnis”. Jawabnya sembari cemberut. “Hahahaha baiklah bermain sepuasmu”.
Jawabku. “Aku sudah puas bermain, kau lihat saja ponselmu sudah kehabisan
batre”. Jawabnya dan jangan lupakan cengiran jenaka yang ia tunjukkan. “Mwo?
Kau menghabiskan batre ponselku?”. Ujarku sembari melihat ponselku sudah mati
karena kehabisan batre.
Flash Back End
“Apa
mungkin setelah dia bermain game dia mengganti wallpaper yang menampilkan
gambarku dengan Yong Woo oppa?”. Pikirku.
...
Author
Pov.
“Tuan
Lee? Kenapa kau ada di sini?”. Tanya Xi Hyun pada tuan Lee yang berada di
sebuah caffe di pusat perbelanjaan. “Nona kau mengagetkanku. Ah saya menemani
presdir Han meeting dengan klien di tempat ini”. Jawab tuan Lee pada Xi Hyun.
“Presdir Han?”. Tanya Xi Hyun yang penasaran akan tampang presdir baru tuan
Lee. “Ne nona, itu dia presdir Han”. Tunjuk tuan Lee pada seorang namja yang
tengah berjalan sembari membaca artikel yang berada pada ponselnya. “Mwo? Oppa?
Presdir Han yang tuan Lee maksud?”. Kaget Xi Hyun dalam hati. “Nona anda tak
apa-apa”. Tanya tuan Lee memecah keheningan. “Ne aku tak apa-apa. Maaf aku
harus segera pergi, ada beberapa keperluan yang harus segera kusiapkan”. Pamit
Xi Hyun. “Kau melihat siapa tuan Lee?”. Tanya Yong Woo. “Ah tidak presdir, mari
kita ke tempat tujuan”. Ajak tuan Lee.
...
Jae
Hyuk Pov.
“Jadi
dia yang memutus sambugan kabel rem mobil choi ajhussi”. Ujarku sembari melihat
isi kotak black box. “Kau sedang melihat apa”. Xi Hyun tiba-tiba berada di
ruanganku. “Ah bukan apa-apa”. Ujarku kaget dan segera menutup laptop yang
berada di meja kerjaku. “Sepertinya kau sedang serius”. Tanya yeoja itu.
“Kenapa kau belum tidur? Bukankah besok kau akan mengadakan konferensi pers?”.
Aku tak mengindahkan ucapannya. “Tadi setelah dari dapura aku akan langsung
tidur. Tapi saat menuju kamar, ruang kerjamu masih menyala jadi aku memastikan
dulu”. Ujarnya polos. “Baiklah aku antar kau ke kamarmu”. Ujarku mengajaknya
untuk segera beristirahat.
...
Xi
Hyun Pov.
“Jae
Hyuk semakin aneh. Dia sudah menyembunyikan kebenaran tentang kasus appa, foto
Yong Woo oppa dan seorang pria tak dikenal, lalu pergi keluar rumah malam-malam
setelah mendapat telepon dari seseorang. Dan tadi dia langsung buru-buru
menutup laptop dengan tergesa-gesa. Apa ada sesuatu didalamnya? Lebih baik aku
memastikannya malam ini setelah Jae Hyuk tertidur”. Ujarku dalam hati.
...
Author
Pov.
“sepertinya
dia sudah tertidur pulas”. Xi Hyun memastikan Jae Hyuk sudah terjaga di
kamarnya. “Krok krok”. Terdengar suara dengkuran Jae Hyuk. “Dasar beruang
tidur. Mendengkur keras-keras”. Ujar Xi Hyun tersenyum.
Jae
Hyuk Room’s
“Dimana
laptop itu disimpan?”. Ujar Xi Hyun sembari mencari dengan menggunakan
penerangan seadanya menggunakan center yang ia bawa. “Ah ternyata di sini”. Xi
Hyun menemukan benda yang ia cari berada dalam laci meja kerja Jae Hyuk. “Selalu
saja menggunakan sandi. Akan kucoba dengan tanggal lahirku?”. Ujar Xi Hyun.
“Ternyata memang benar tanggal lahirku”. Ujar Xi Hyun setelah berhasil membuka
sandi pada laptop tersebut. Betapa terkejutnya Xi Hyun mengetahui bahwa Jae
Hyuk menyimpan rekaman kotak black box yang ada pada mobil ayahnya. Lalu ia
memfokuskan pandangannya pada seseorang yang sedang berusaha memotong kabel rem
mobil tersebut. “Orang itu? Bukankah orang itu yang ada dalam foto bersama Yong
Woo oppa?”. Ujar Xi Hyun masih menyimak isi rekaman itu. “Jangan-jangan Yong
Woo oppa terlibat?”. Xi Hyun berusaha mengingat apa yang ia dapat beberapa
waktu ini. Saat Jae Hyuk membentakknya karena tak ingin Xi Hyun semakin
terluka, saat ia melihat foto yang berada di ruang kerja Jae Hyuk, saat tuan
Lee mengatakan kondisi perusahaan, saat ia menemui ketua kepolisian, saat ia
mengetahui siapa presdir Han, saat melihat seorang namja yang sedang berusaha
memutus kabel rem mobil ayahnya dan saat Yong Woo berubah lalu meminta
berpisah. Xi Hyun terisak, ini semua benar-benar mengejutkan baginya. Dari awal
Jae Hyuk sudah mencurigai Yong Woo maka dari itu Jae Hyuk mulai melarang Xi
Hyun menemuinya. “Aku benar-benar bodoh”. Ujar Xi Hyun dalam isakannya.
...
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar