Love
Like Monster (Chapter 1)
Main
cast :
·
Choi Xi Hyun
·
Park Jae Hyuk
·
Han Yong Woo
Genre : Relationship, Sadness,
Friendship, Romance, Triangle Love, Family.
Lenght : Chapter
Happy Reading
“Dimana kau saat aku menginginkanmu
berada di sampingku? Kemana larinya kau saat aku berjuang untuk satu-satunya
makhluk yang kupikir bisa memberiku kebahagiaan nyata? Seringkali kumaafkan
ketidakhadiranmu, seringkali kumaklumi kesalahanmu, dan selalu kuberikan senyum
terbaik ketika sesungguhnya aku ingin menangis”. - Xi Hyun.
“Aku akan selalu ada untukmu,
melindungimu”. – Jae Hyuk.
...
Author
Pov.
“Andwaeeeeee
appaaaaaa”. Seorang namja terbangun dari tidurnya, mimpi itu muncul kembali.
Mimpi dimana ayahnya mati dihadapannya.
Flash Back
Seorang
anak laki-laki berusia 10 tahun bersembunyi dibalik pintu kamarnya, diam-diam
ia melihat semua yang terjadi saat ini. Han Jun Su, ayahnya mengalami
kebangkrutan karena tertipu rekan bisnisnya Choi Hyun Yoo. Sejak itu ayahnya
terserang penyakit jantung hingga merengkut nyawanya. Anak laki-laki itu pun
bersumpah suatu saat nanti ia akan membalaskan dendam sang ayah dan akan
menghancurkan hidup Choi Hyun Yoo.
Jae
Hyuk Pov.
“Mwo?
Appa menyuruhku untuk meneruskan perusahaan? Appa kau tidak salah bicara? Aku
bahkan baru menyelesaikan studiku. Bagaimana bisa aku memimpin perusahaan?”.
Jae Hyuk terkejut dengan ucapan ayahnya mengenai penerus perusahaan Park.
“Lambat laun kau pasti akan mengerti mengenai bisnis, maka dari itu appa
memasukkanmu di jurusan bisnis”. Ujar ayah dengan santainya. “Tapi tetap saja
aku ini belum berpengalaman, appa”. Benar-benar ayahku ini.
Xi
Hyun Pov.
“Five,
six seven, eight”. Ujar Jang Woo memberi komando pada saat latihan. Tapi aku
tak bisa fokus, dan hanya melamun. “Oh ayolah Xi Hyun, saat ini buanglah
jauh-jauh pikiranmu tentang hyung-ku. Kita sudah melangkah sejauh ini dengan
susah payah, kau tak inginkan usaha kita sia-sia?”. Keluh namja bernama Jang
Woo. Hmm benar juga, aku harus fokus menjadi entertain yang sangat terkenal.
Itu adalah tujuan kami. “Mianhae Jang Woo,kajja kita latihan lagi. Aku janji
akan fokus”. Ujarku dengan penuh rasa bersalah. “Kau yakin?”. Tanya Jang Woo.
“Ne, geurondeoyo. Kau bisa menghukumku jika aku tak fokus”. Ujarku dibarengi
cengiran. “Arraso, aku akan menghukummu jika kau tak fokus”. Ujar Jang Woo
setengah kesal padaku, tapi setelah itu dia tersenyum padaku.
Jong
Woo Pov.
Pandangan
mataku tertuju pada sebuah figura foto. Foto dua anak laki-laki dengan ayahnya,
mereka tersenyum bahagia. “Hmm mimpi itu muncul lagi appa. Appa bagimana kabarmu?”.
Gumamku pada sebuah foto. Aku sungguh merindukan ayahku, dia orang yang baik.
Tapi kenapa orang itu dengan tega menghancurkan ayah. “Aku berjanji padamu
appa, dia akan mendapat balasan atas semua yang ia perbuat terhadap kita.
Yaksoke appa”.
Jae Hyuk
Pov.
“Kemana
yeoja itu? Seharusnya dia sudah berada di sini.” Jae Hyuk melirik jam yang
bertengger di tangannya, jam itu menunjukkan pukul 5 sore. Hari ini aku
mengajak Xi Hyun minum coffe di kedai langganan kami. Ah yeoja itu benar-benar
terlambat, kebiasaannya susah dihilangkan. Aku jadi teringat saat kami masih
menduduki bangku sekolah menengah pertama. Aku tersenyum kala mengingat hal
itu, hal dimana aku mulai menyukainya.
Flash Back
Seorang
anak laki-laki berseragam longgar, kemeja seragam dimasukkan kedalam, model
rambut lusuh, kacamata tebal dan satu hal lagi, jangan melupakan buku-buku
tebal yang selalu ia bawa. Saat itu anak laki-laki tersebut tengah dibully oleh
teman-teman sekelasnya. Memang sudah tak aneh lagi jika anak itu dibully teman-teman
sekelasnya, melihat penampilannya yang jauh berbeda dari anak-anak yang lain.
Tapi meskipun penampilan anak laki-laki itu seperti itu, ia memiliki otak yang
sangat cerdas. Kali ini wajahnya penuh dengan memar akibat dipukuli
teman-temannya.
“Hey
kalian, apa kalian tidak malu mengkeroyok orang lain? Lihat diri kalian, kalian
pikir kalian hebat? Kalian hanya bermodal kekerasan, tapi sayang kalian tidak
memiliki otak”. Ujar seorang anak perempuan yang baru memasuki kelas karena
terlambat, tapi untung saja seongsangnim sedang berhalangan masuk. “Lihat dirimu Yeon Cha, apa pantas
seorang ketua murid melakukan pengkeroyokan? Kau bahkan tak lebih dari seorang
pengecut”. Ujar anak perempuan yang tak lain tak bukan adalah Xi Hyun. “Kajja
Jae Hyuk, kita pergi dari sini”. Xi Hyun membawa Jae Hyuk keluar dari kelas.
Terdengar
sebuah erangan seorang anak laki-laki dari halaman belakang sekolah. “Apa
sangat sakit?”. Tanya Xi Hyun sambil mencoba mengobati luka lebam pada wajah
Jae Hyuk. “Ne, neomu appo”. Ujar Jae Hyuk sambil menahan sakit. “Bertahanlah,
sedikit lagi”. Ujar Xi Hyun menenangkan Jae Hyuk yang dengan dibalas anggukan
olehnya. “Kenapa kau menolongku?”. Pertanyaan Jae Hyuk membuat Xi Hyun terdiam,
ia tak tau kenapa ia menolong Jae Hyuk. “Aku hanya kesal dengan semua ini,
memangnya mereka siapa bisa melakukan hal semau mereka tanpa memikirkan
perasaan orang lain”. Ujar Xi Hyun dengan polosnya. “Lagi pula apa salahmu
sampai mereka selalu memperlakukanmu seperti itu?”. Pertanyaan Xi Hyun membuat
Jae Hyuk menautkan alis, ia tidak tau kesalahan apa yang ia lakukan hingga ia
selalu terluka. “Aku tak tau apa salahku, aku tak pernah mencari keributan.
Tapi mereka selalu menyalahkan penampilanku”. Ujar Jae Hyuk. “Penampilanmu?
Memang ada apa dengan penampilanmu? Kau masih tampak seperti manusia
menurutku”. Pernyataan Xi Hyun benar-benar polos. “Sudah selesai”. Ujar Xi Hyun
kala selesai mengobati luka Jae Hyuk. “Gomawo, Xi Hyun-ah”. Ujar Jae Hyuk
membuat Xi Hyun tersenyum lembut padanya.
Flash Back End
“Mianhae
aku terlambat”. Ujar Xi Hyun saat duduk dihadapan Jae Hyuk. “Darimana saja kau?
Hampir saja aku mati berbusa menuggumu”. Ujar Jae Hyuk setengah kesal. “Hari
ini aku benar-benar tak fokus saat latihan, maka dari itu aku terus mengulang”.
Ujar Xi Hyun sambil mengerucutkan bibir mungilnya. “Oh begitu, gwenchana? Kau
ingin pesan apa?”. Ujar Jae Hyuk merasa bersalah. “Mmmm aku ingin Cappucino”.
Jawab Xi Hyun. “Baiklah, kau tunggu disini ya”. Ujar Jae Hyuk sembari
meninggalkan Xi Hyun untuk memesan minuman. Tak perlu menunggu waktu lama, Jae
Hyuk datang membawa pesanan. “Pesanan sudah datang” ujar Jae Hyuk. “Waaaa cepat
sekali, ngomong-ngomong apa yang ingin kau katakan padaku?”. Ujar Xi Hyun.
TBC
NB : Arti dari kata-kata korea di atas
1. Andwae
(Tidak/Jangan)
2. Appa
(Ayah)
3. Mwo?
(Apa?)
4. Hyung
(kakak) bagi laki-laki
5. Kajja
(Ayo)
6. Ne
(Iya)
7. Geurondeoyo
(Tentu saja)
8. Arraso
(Baiklah)
9. Yaksoke
(Aku berjanji)
1. Seongsangnim
(Guru)
1. Neomu
appo (Sangat sakit)
1. Gomawo
(Terima kasih)
1. Mianhae
(Maaf)
1. Gwenchana?
(Kau tidak apa-apa?)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar