Kamis, 12 Juni 2014

Love Like Monster (Chapter 2)



Love Like Monster (Chapter 2)


Main cast       :
·         Choi Xi Hyun
·         Park Jae Hyuk
·         Han Yong Woo
Genre             : Relationship, Sadness, Friendship, Romance, Triangle Love, Family.
Lenght           : Chapter
Happy Reading
“Dimana kau saat aku menginginkanmu berada di sampingku? Kemana larinya kau saat aku berjuang untuk satu-satunya makhluk yang kupikir bisa memberiku kebahagiaan nyata? Seringkali kumaafkan ketidakhadiranmu, seringkali kumaklumi kesalahanmu, dan selalu kuberikan senyum terbaik ketika sesungguhnya aku ingin menangis”. - Xi Hyun.
“Aku akan selalu ada untukmu, melindungimu”. – Jae Hyuk.
...
Previous.
“Mianhae aku terlambat”. Ujar Xi Hyun saat duduk dihadapan Jae Hyuk. “Darimana saja kau? Hampir saja aku mati berbusa menuggumu”. Ujar Jae Hyuk setengah kesal. “Hari ini aku benar-benar tak fokus saat latihan, maka dari itu aku terus mengulang”. Ujar Xi Hyun sambil mengerucutkan bibir mungilnya. “Oh begitu, gwenchana? Kau ingin pesan apa?”. Ujar Jae Hyuk merasa bersalah. “Mmmm aku ingin Cappucino”. Jawab Xi Hyun. “Baiklah, kau tunggu disini ya”. Ujar Jae Hyuk sembari meninggalkan Xi Hyun untuk memesan minuman. Tak perlu menunggu waktu lama, Jae Hyuk datang membawa pesanan. “Pesanan sudah datang” ujar Jae Hyuk. “Waaaa cepat sekali, ngomong-ngomong apa yang ingin kau katakan padaku?”. Ujar Xi Hyun.
...
Xi Hyun Pov.
“Jadi kau di suruh oleh Park Ajhussi untuk meneruskan perusahaan?”. Ujar Xi Hyun pada Jae Hyuk. “Ne majjayo”. Ujar Jae Hyuk dengan lemas. “Pabbo, kau ini bodoh atau apa hah? Kenapa kau menolak?”. Ujar Xi Hyun. “Aku belum siap Xi Hyun-ah, perusahaan itu terlalu besar. Aku belum ada pengalaman apapun dalam hal bisnis meskipun aku lulusan bisnis”. Ujar Jae Hyuk. “Tapi apa salahnya jika kau mencoba? Kau tak akan pernah tau jawabannya jika kau tak mencoba”. Ucapan Xi Hyun membuat Jae Hyuk terdiam. “Akan kupikirkan”. Ujar Jae Hyuk sambil berpikir.
...
“Aku pulang”. ujar Xi Hyun saat tiba di rumah. “Nona muda, tuan choi”. Ujar tuan Jung pada Xi Hyun dengan gelisah. “Appa? Ada apa dengan appa?”. Ujar Xi Hyun penasaran. “Itu,, anu,, tuan choi”. Tuan Jung itu masih tidak memberitahu. “Tuan Jung, apa yang terjadi pada appa-ku? Kenapa wajahmu seperti itu? Katakan padaku”. Ujar Xi Hyun dengan sedikit memaksa. “Tuan choi mengalami kecelakaan”. Ujar tuan Jung. “Apa? Appa kecelakaan?”. Ujar Xi Hyun terkejut. “Ne, nona muda”. Ujar tuan Jung. Tak terasa buliran air mata jatuh membasahi pipiku, bagaimana mungkin hal itu terjadi? Bagaimana bisa?. “Nona muda, apa anda baik-baik saja?”. Pertanyaan tuan Jung membuyarkan lamunanku. “Dimana ayahku sekarang? Bawa aku padanya”. Pintaku pada tuan Jung.
...
Disinilah aku sekarang, sebuah pemakaman bertuliskan Choi Hyun Yoo. Ya, kemarin malam ayah mengalami kecelakaan dan ia tak bisa diselamatkan. Aku tak henti-hentinya menangis. Ayah adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki, ibuku meninggal saat aku berusia 5 tahun.
“Appa, wae? Wae appa? Appa sudah berjanji tak akan meninggalkanku. Tapi sekarang appa tak menepati janji”. Gumamku pada sebuah batu nisan
Jong Woo Pov.
“Bagaimana?”. Tanyaku pada anak buah yang ku suruh. “Semua berjalan sesuai dengan keinginan anda tuan, anda tidak usah khawatir. Kami melakukan semua seolah ini adalah sebuah kecelakaan bukan pembunuhan”. Ujar pesuruhku. Aku tersenyum puas mendengar kabar baik ini. “Aaaaa bagaimana kabarnya ya? Sudah hampir seminggu ini aku tak menemuinya karena urusan kantor”. Batinku berujar. “Lebih baik aku menghubunginya”. Ujarku sembari mencoba menghubunginya.
“Yobseoyo”. Ujar yeojaku yang sangat kurindukan, tapi ada apa dengan suaranya.
“Ne, yobseoyo. Mwo haseoyo?”. Tanyaku padanya.
“Eobseoyo, oppa. Mwo haseoyo?”. Jawabnya.
“Waegeure? Appokhaji?”. Tanyaku padanya, aku benar-benar khawatir pada kondisinya.
“Aniyo oppa. Naneun an-gwenchana”. Jawabnya membuatku penasaran.
“Kau dimana? Aku akan menemuimu”. Jawabku cepat, aku sungguh khawatir melihat kondisinya.
“Aku di rumah oppa, kemarilah jika kau mau”. Jawabnya lemas.
“Arraso, tunggulah”. Jawabku padanya.
...
“Annyeong”. Ujarku saat berada di rumahnya. “Oh oppa, waseoyo?”. Ujarnya menghampiriku. Dia begitu kacau sekali, ada apa dengannya? Matanya sembab seperti habis menangis. “Waeyo?”. Tanyaku penasaran. “Appa”. Ujarnya sambil menahan air mata. “Ada apa dengan ayahmu?”. Tanyaku semakin penasaran. “Semalam appa meninggal dalam sebuah kecelakaan”. Kali ini yeojaku benar-benar menangis. Akupun merengkuhnya dalam dekapanku, mencoba membuatnya tenang. “Gwenchana, ada oppa disini”. Aku benar-benar perihatin dengn kondisinya. Ia selalu menceritakan tentang ayahnya, dan itu membuatku termotivasi untuk lebih bekerja keras lagi. Ia juga menceritakan tentang hidupnya, sekarang satu-satunya keluarga yang ia miliki sudah tiada. Tapi dia tidak sendiri. “Oppa kau ingin minum apa?”. Ujarnya. “Ah terserah kau saja”. Ujarku padanya yang hanya dibalas anggukan. “Baiklah, tunggu disini”. Ujarnya sembari meninggalkanku membawa minuman.
Ku edarkan pandangan mataku disetiap sudut rumahnya, mataku tertuju pada sebuah bingkai foto di atas meja di hadapan kursi yang ku duduki. Foto itu terdiri dari seorang yeoja bersama laki-laki paruh baya. Fokusku bukan pada yeoja itu, tapi laki-laki paruh baya. “Apa? Cho-Choi Hyun Yoo?”. Gumamku kala melihat foto itu. Jadi yeoja itu, yeoja itu anak dari Choi Hyun Yoo?
TBC
NB      : Arti dari kata-kata korea di atas
1.    Ajhussi (Paman)
2.    Majjayo (Benar)
3.    Wae? (Kenapa?)
4.    Yobseoyo (Hello)
5.    Oppa (panggilan kekasih) bagi perempuan
6.    Mwo haseoyo? (Kau sedang apa?)
7.    Eobseoyo (Tidak ada)
8.    Waegeure? (Ada apa?)
9.    Appokhaji? (Apa kau sakit?)
1.  Aniyo (Tidak)
1.  Naneun an-gwenchana (aku tidak baik-baik saja)
1.  Waseoyo? (Kau sudah datang?)
1.  Waeyo? (Ada apa?)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar